IPB Badge

valuable in life is a process rather than outcome. there is no life without challenge and challenges are part of the process, not form threat of failure process, but the process to overcome the challenges to the door of success

Rata-Rata / Minggu Jumlah Daun Tinggi Daun bobot tongkol berkelobot
I 4,1 35,98
II
III 4,7 70,2
IV 5,5 90,95
V 5,7 135,15
VI 6,1 169,4
VII 8,6 188,6
VIII 10,6 195,2
IX 11,6 215,5
X 0,235

ketika matahari mulai keluar dari peraduannya, semenjak itu mata terbuka dengan tubuh yang sangat lelah. suasana pada hari itu sangatlah berbeda. melihat kerumunan orang yang sibuk dengan anak dan istri nya. kota itu seperti rumah besar yang menjadi tempat tinggal sementara pada waktu itu. ketika suara azan dikumendangkan dengan penuh hikma, sedih rasanya hati ini merindukan tanah kelahiran bahkan sampai meneteskan air mata, rasa ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. ada anak atau mungkin semua anak bertanya pada orang tua nya” ayah dan bunda kapan kita akan kembali ke tempat kelahiran kita. mereka hanya bisa menjawab” berdoalah kepada yang maha kuasa dan kita pasti kembali. mungkin kita tak pernah tahu isi hati mereka yang juga menangis seperti kita yang merindukan kampung halaman tapi karena mereka kuat dan tabah dalam menjalankan hidup ini.

Hal ini tidak bisa dibayangkan mungkin rumah, tanaman, bahkan hewan peliharaan sedang merindukan akan majikannya yang iya tak tahu tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi. Saat itulah kita sadar dan merasa kehilangan dengan makhluk lain dan benda-benda yang kita miliki padahal tadinya kita tidak terlalu memperhatikan akan adanya mereka……hati ini hanya bisa mrenungi akan hal itu, sedih, lagi lagi sedih yang terngiang di benak. Andaikan jiwa ini bagai air yang mengalir dari puncak tertinggi akan terus meratapi dan terus sedih. Namun kita sadar bahwa kita adalah manusia yang di beri akal untuk berpikir.namun di dalam hati ini terus bertanya “kenapa ini harus terjadi…..apakah ini yang dinamakan azab? ……mungkin ini adalah suatu teguran kepada kita untuk saling mengoreksi diri dan saling mengingatkan antar sesama, mungkin selama ini kita terlalu sibuk akan hal dunia dan nyaris melupakam akhirat padahal kita sadar akan hal itu namun kita menafikannya di sinilah kita tidak bisa mengukur keimanan seseorang karena iman seseorang itu bagaikan samudrea…….to be continueted

Saya masuk ke IPB dengan mengambil jurusan Agronomi dan Holtikultura karena mengingat di daerah saya lebih tepatnya di Halmahera Barat provinsi Maluku Utara  masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan intensif secara keseluruhan. Selain itu, banyak masyarakat yang masih bergantung pada pedaganng keliling untuk mendapatkan sayuran dan buah-buahan padahal lahan pekarangan yang dimiliki cukup untuk area tanaman holtikultura bahkan ada juga lahan yang dimiliki bisa di tanam tanaman perkebunan. Sebagian besar tanaman perkebunan yang ada itu adalah hasil tanam oleh orang tua terdahulu namun yang baru tanaman itupun hanya sebagian kecil.  Melihat realita yang ada perlu diberikan pengarahan mengenai pembudidayaan dan pemeliharaan  tanaman  untuk masa yang akan datang, antara lain memberikan sosialisasi sekaligus mengimplementasikannya seperti, budi daya tanaman unggul, pengendalian hama tanaman agar produk lebih baik, bagaimana cara mengolah tanah agar kaya akan hara,bagaiman cara pemupukan sampai pada panen dan pascapanen.

selain itu, dalam memasuki era globalisasi dengan pengaruhnya terhadap pertanian dan juga isu global warming yang sangat berpengaruh terhadap pertanian, karena dalam menanam tanaman holtikultura maupun perkebunan dibutuhkan curah hujan dan sinar radiasi, angin, suhu dan kelembaban  yang sesuai dalam memproduksi hasil yang maksimum. Mungkin banyak petani  yang sudah terbiasa dengan kebiasaan cara tanam dan memelihara tanaman yang secara tradisional yang berasal dari orang tua terdahulu, namun itu belumlah cukup dan tidak ada perkembangan mengikuti perkembangan zaman yang memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Oleh karena itu, selain merupakan jurusan yang dipilih oleh salah satu dari anggota keluarga saya, karena pada saat itu saya belum tahu jurusan Agronomi Holtikultura secara khusus namun sudah terbayang kalau itu adalah bagian dari pertanian juga mengingat hal hal yang telah saya kemukakan tadi, mungkin pada saat itu saya tidak terlalu memikirkan akan hal itu secara detail, namun setelah saya masuk dan sudah memperoleh ilmu di IPB meskipun masih mendapatkan ilmu ilmu dasar saya sudah bisa menganalisis fenomena keseharian tadi. belajar di IPB adalah suatu kesempatan emas yang saya harus memanfaatkannya sebaik mungkin, sehingga saya dapat mengembangkan ilmu yang saya dapat di IPB di daerah saya. Dan ini adalah harapan saya, orang tua saya, dan keluarga saya. Semoga Allah swt memberikan kemudahan kepada hambanya ini untuk bisa menggapai apa yang dicita-citakannya amin amin,,,,,,,,ya rabbal aalamiin.